Kekacauan Lini Tengah Liverpool Bisa Merugikan Mereka Melawan Brighton Asuhan De Zerbi

Article hero image
📅 21 Maret 2026⏱️ 3 menit baca
Diterbitkan 2026-03-21 · brighton vs liverpool · Diperbarui 2026-03-24

Perjalanan akhir pekan ini ke Amex terasa seperti ujian yang sesungguhnya bagi Liverpool, mungkin lebih dari yang diperkirakan beberapa orang. Brighton di bawah Roberto De Zerbi bukan hanya lawan yang tangguh; mereka adalah teka-teki. Mereka mengalahkan The Reds 3-0 pada Januari dan menyingkirkan mereka dari Piala FA beberapa minggu kemudian dengan kemenangan 2-1. Itu dua kekalahan, dua kompetisi berbeda, keduanya pada tahun 2023. Jürgen Klopp belum benar-benar menemukan cara untuk mengalahkan mereka.

Lini tengah Liverpool, yang telah dibangun kembali, masih terlihat sedikit goyah. Dominik Szoboszlai telah menjadi sebuah wahyu, mencetak gol roket mutlak melawan Leicester di Carabao Cup. Alexis Mac Allister mulai menemukan ritmenya, tetapi melawan mantan klubnya, Anda bertanya-tanya apakah emosi mungkin menjadi faktor. Dan Curtis Jones, dengan semua kilasan kemampuannya, masih tidak konsisten. Mereka kehilangan jangkar pertahanan sejati, tipe N'Golo Kante yang memadamkan segalanya. Wataru Endo adalah pemain skuad yang lumayan, tetapi dia bukan jawaban melawan tim yang menggerakkan bola dengan presisi seperti Brighton. Lihat, Brighton menyelesaikan 608 operan berbanding 435 operan Liverpool dalam kekalahan 3-0 pada Januari lalu. Itu bukan hanya penguasaan bola; itu adalah kendali, dan itu berbicara banyak tentang di mana pertandingan dimenangkan dan kalah.

Analisis Kunci

**Pertarungan Catur Menyerang De Zerbi**

Sistem De Zerbi bukan tentang memarkir bus dan menyerang balik. Ini tentang mencekik Anda dengan penguasaan bola, menarik Anda masuk, dan kemudian mengeksploitasi ruang. Mereka akan memiliki Solly March dan Kaoru Mitoma yang terbang di sayap, memotong ke dalam. Mitoma, khususnya, menyebabkan Trent Alexander-Arnold kesulitan di kedua pertandingan musim lalu. Dia memiliki ledakan itu, ketidakpastian itu. Dan di lini depan, Evan Ferguson, bahkan pada usia 18 tahun, adalah ancaman. Dia mencetak gol melawan Fulham dan telah mencetak empat gol musim ini. 15 gol Brighton yang dicetak sejauh ini di Premier League menempatkan mereka di antara penyerang top liga. Mereka tidak hanya cantik; mereka produktif.

Pertahanan Liverpool, terutama di sayap, terlihat rentan. Posisi bertahan Alexander-Arnold terkadang kurang memuaskan, dan tim dengan pemain sayap cepat mengeksploitasi itu. Kita melihatnya melawan Wolves, bahkan dalam kemenangan, dan lagi melawan Spurs, meskipun itu adalah pertandingan yang kacau karena alasan lain. Kembalinya Virgil van Dijk dari skorsing akan membantu, tetapi dia tidak bisa menutupi semua orang. Ini bukan pertahanan Liverpool yang tak tertembus pada 2018-2020. Mereka telah kebobolan 9 gol dalam 7 pertandingan liga, yang jauh dari performa juara.

Analisis Taktis

Begini: Brighton tidak akan gentar. Mereka sudah mengalahkan Manchester United 3-1 di Old Trafford musim ini. Mereka bermain tanpa rasa takut, dan mereka bermain dengan identitas yang jelas. Liverpool, dengan semua bakat menyerang mereka, masih terasa seperti tim dalam transisi, terutama saat tandang dari Anfield. Mo Salah masih Mo Salah, dengan 3 gol dan 4 assist di liga. Darwin Núñez terlihat tajam di beberapa kesempatan. Tetapi kohesi kolektif, terutama di lini tengah dan mencegah transisi, di mana mereka terkadang kurang. Prediksi saya? Brighton mengeksploitasi celah lini tengah Liverpool dan meraih kemenangan tipis 2-1.